Pelatihan Tanzania oleh Politeknik ATK Jadi Best Practise

Jakarta | Politeknik ATK Yogyakarta berkesempatan menghadiri FGD Lessons Learnt SSTC Indonesia-Jerman yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri pada 27 Mei 2024. Pada kesempatan ini hadir Direktur Politeknik ATK mendampingi perwakilan Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Indiustri (PPPVI) selaku perwakilan Kementerian Perindustrian. Kegiatan ini mengagendakan diskusi yang dilakukan dengan Kerja Sama Pembangunan Internasional dan Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit (GIZ) Jerman. Bertempat di Hotel Pullman, kegiatan ini turut mengundang perwakilan Kemensetneg, Bapenas, Kemenkeu dan Konsultan SDGs SSTC.

Pada sesi paparan perwakilan Kementerian Perindustrian mendapat topik “Pelaksanaan Expert Dispatch di bidang TVET untuk Industri Produksi Kulit di Tanzania”. Selaras dengan komitmen Politeknik ATK bahwa sebagai institusi pendidikan bahwa mengajar dan memberikan pengabdian adalah dua tugas pokok dari institusi. Sekali dayung tiga pulau terlampau, kegiatan Pelatihan di Tanzania tidak hanya bentuk implementasi dalam jangkauan mengembangkan kerja sama luar negeri. Forum ini turut mengapreasiasi atas pencapaian Politeknik ATK dalam menjalin kerja sama luar negeri.

Bentuk apresiasi yang diberikan adalah Discpatch Expert Politeknik ATK ke Tanzania menjadi salah satu Best Practice. Hal tersebut membuat kegiatan tersebut diusulkan jadi Guide Lines untuk penyelenggaraan berikutnya. Keberhasilan tersebut tidak lepas bentuk kerja keras manajemen dan tim dalam menjaga semangat pengembangan industri khususnya di bidang kulit dan alas kaki.

Humas ATK

info@atk.ac.id

Pelatihan Tanzania oleh Politeknik ATK Jadi Best Practise

Warta Lainnya